Tentang Introspeksi Diri dan Sakit Hati


Introspeksi Diri dan Sakit Hati

"Cerah jadi hadiah setelah mendung terlalu panjang"

- NKCTHI -


Tentang Introspeksi Diri dan Sakit Hati - Suara Yura Yunita mengalun merdu, disaat hujan seperti ini, aku membiarkan sebagian kenangan kita kembali muncul ke permukaan. Bukan karena aku takut bergerak, tetapi lebih pada sebuah penghormatan akan cerita bernama kenangan.

Tentang
Dua anak manusia;

Yang saling menguatkan
Saling memberi semangat
Saling percaya satu sama lain

Walau masa itu sudah jauh tertinggal, setidaknya kita pernah belajar dari pengalaman. Bahwasan nya, genggaman tangan yang erat sekalipun, bisa lepas jika tidak hati-hati dalam menjaganya.

Soal perpisahan dan kekecewaaan, semua orang pasti merasakan. Tidak semua yang kita inginkan  bisa didapat.

Hidup itu bukan sekadar tentang menang atau kalah. Tetapi lebih pada introspeksi diri juga cara memantaskan diri untuk yang dinanti.

📌 Menggunakan hati dan perasaan untuk mengerti keinginan, pemikiran dan sensasi diri sendiri adalah bagian dari INTROSPEKSI alias REFLEKSI.


Dan menariknya, rasa sakit itu muncul tidak melulu soal cinta!

Ketika apa yang kita mau, tidak Tuhan berikan. Berarti Tuhan sedang menyiapkan apa yang kita butuhkan, bukan sekadar yang kita inginkan.

Ketika doa kita seakan di abaikan, berarti Tuhan sedang menunggu waktu yang tepat untuk memberi jawaban yang tepat pula.

Dan ketika Tuhan memberikan apa yang kita mau, jangan bahagia dulu. Mungkin prosedurnya tidak akan semudah yang kita bayangkan. Bisa santai, bisa saja kejam.

Baca Juga :  (Bukan) Drama Ibu Muda

Atau jika berada dalam situasi lain, seperti :

Jika apa yang kita miliki hanya bertahan sementara, berarti Tuhan memang sedang menguji kita.

Apakah kita pantas mendapatkan apa yang sudah Tuhan siapkan?
Apakah kita layak menerima apa yang kita inginkan?

Selagi kita belum benar-benar ikhlas dan merelakan. Mungkin kata 'memantaskan' hanya akan berakhir menjadi sebuah wacana yang melelahlan.

Sebab waktu yang tak kunjung datang kadang membuat kita lupa bahwa introspeksi diri yang kita lakukan masih setengah-setengah, belum 'pas' atau malah cenderung belum ikhlas.

Introspeksi Diri dan Sakit Hati
Kata orang, waktu itu menyembuhkan.

Tapi bagaimana dengan satu tahun, dua tahun, lima tahun, sepuluh tahun, bahkan bertahun-tahun?

Bagaimana jika dalam rentang waktu tersebut, luka itu belum juga sembuh?

Lantas, jika kita selalu bertindak sebagai korban. Siapa yang akan jadi tersangkanya? takdir kah? mantan? atau malah Tuhan?

Walau hati masih saja merasa nyaman dengan masa lalu, sebaiknya merelakan dari sekarang jika ingin benar-benar ingin segera menemukan pelabuhan yang baru.

Baca Juga : Hate My Self and All Everything

Marah boleh saja, kecewa pun wajar.

Disaat rasa sakit memukul parah kita, hanya ingat hal-hal berikut :

1| Jangan mencari kambing hitam
2| Terima emosi dan lampiaskan dengan kegiatan yang positif
3| Lihat sekitar, amati keadaan
4| Bangkit dan jangan menyiksa diri sendiri
5| Percaya pada takdir Tuhan

Memang sih, ngomong itu gampang. Nggak pakai modal.

Tetapi, kalau tidak sekarang, kapan lagi? 

Jadi, biarkan saja dia pergi. Kalau sudah tidak betah, masa mau dipaksa.

Toh jodoh nggak kemana, nggak ketuker juga.

Ditikung teman mungkin, diambil sahabat bisa jadi atau malah masih jagain jodoh orang? itu mung saja.

Tapi.... ya itu tadi. Kalau kita saja belum bisa mengendalikan rasa sakit, bagaimana bisa berjalan kembali?

Sebelum meminta hal yang 'besar' pada Tuhan, ada baiknya kita bereskan dulu diri kita.

📌 Kata orang : JODOH adalah cerminan diri


Yakin saja, kalau sesuatu yang indah itu pasti datang tepat waktu. Memang sih, menuju bahagia, proses yang dilalui setiap orang pasti berbeda, hasil nya pun tak melulu sama. Sebab itu, tak usah berkecil hati jika mendadak kaki kita terluka di tengah jalan.

Terus saja maju walau dengan langkah kaki timpang. Istirahat boleh, tapi jangan lama-lama, nanti tenggelam 😂

Dan untuk ribuan patah hati diluar sana, jangan lupa bahagia ya ^^.

Ah, satu lagi. Kali ini beneran. Suer!

Semoga, Tuhan segera mengirim sinyal baik untuk kita yang selalu berusaha ingin bahagia. Bukan hanya sekadar baik-baik saja.

Amin.

Tentang Introspeksi Diri dan Sakit Hati Tentang Introspeksi Diri dan Sakit Hati Reviewed by Heizyi on April 10, 2019 Rating: 5

No comments:

Halo, terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak menyertakan link hidup, kegiatan promosi maupun spam. Hit me up on : heizyi.business@gmail.com for partnership, ask something important and urgent 😊 Then, Salam kenal semua, jangan segan meninggalkan jejak komentar ya. Enjoy your reading, guys 💙

Powered by Blogger.