Review Film NKCTHI: Tidak Ada Keluarga yang Baik-baik Saja


Review Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini


"Sabar, satu persatu"

- Kale (Ardhito Pramono) -


Review Film NKCTHI: Tidak Ada Keluarga yang Baik-baik Saja - Entah masih tayang atau sudah berakhir, namun aku akan telap menulis review film Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini di sini. Selain sebagai #TabunganKenangan sebab berhasil girls time bareng si adek, ada banyak pelajaran yang bisa aku petik setelah menonton film ini.

Tentang jatuh, bangun, patah, kalah, kecewa, sedih atau pun perasaan terluka lainnya pada diri sendiri mau pun orang lain include keluarga.

Uh, aku memang receh, ya... film berdurasi sekitar 121 menit itu pun berhasil menguras air mata yang memang harusnya dikeluarkan tapi gengsi hingga hanya bisa ditahan 😂

Hehe... Apa kubilang, film nya keren sih, curhat colongan kan jadinya 🙈

⤿ SINOPSIS:


Judul: Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Genre: Drama/ Keluarga
Rilis: 2 Januari 2020
Durasi: 121 menit
Produksi: Visinema Pictures
Produser: Anggia Kharisma
Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
Sinematografi: Yadi Sugandi
Skenario: Angga Dwimas Sasongko, Jenny Jusuf, Malarissa Sjarief
Musik: Ofel Obaja
Bahasa: Indonesia
Pendapatan Kotor: Rp. 34 miliar
Rating: 5/5
Berdasarkan: Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini karya Marcella FP
Pemain: Rachel Amanda, Sheila Dara Aisha, Rio Dewanto, Donny Damara, Susan Bachtiar, Ardhito Pramono

Review film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Image by Visinema Picture

Setiap keluarga punya cerita, setiap keluarga punya rahasia, itulah yang terjadi dalam keluarga Narendra. Angkasa, Aurora dan Awan adalah salah satu dari banyak contoh hubungan persaudaraan yang nampak jauh namun sebenarnya lekat.

Kebersamaan serta kekompakan yang keluarga Narendra ciptakan ternyata tak jauh dari trauma masa lalu. Sebuah peristiwa pahit yang merenggut keaslian mereka. Hingga akhirnya, kedatangan Kale membuat sikap dan kebiasaan Awan berubah. Si bungsu yang hidupnya selalu diatur oleh sang ayah itu pun akhirnya berani keluar dari zona nyaman.

Namun sayang, harapan tak seindah realita. Rahasia yang tertutup rapat selama belasan tahun pun terkuak kemudian menjadi tembok raksasa diantara ayah dan anak-anak nya. Untungnya, sang ibu yang sabar dan tegar selalu menjadi perekat yang hebat.

Walau akhirnya Awan harus kehilangan cinta pertamanya -Kale, tetapi pada akhirnya ia merasa bahagia karena mendapatkan keluarga nya kembali.

Dari semua perjalanan hidup itulah mereka saling belajar tentang jatuh, bangun, kecewa, patah, sakit dan semua ketakutan manusia pada umumnya.

⤿ TAK SERUPA DENGAN BUKU

Sejak kemunculannya di instagram hinga bukunya dicetak ulang, mendadak aku jadi fans nya Marcella FP. Semua karya yang dia ciptakan seolah mewakilkan banyak perasaan yang sulit diungkapkan. Entah itu tentang cinta, luka, duka maupun tentang keluarga.

Bermula dari kutipan-kutipan indah tentang kehidupan, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini kemudian lahir dalam bentuk fisik berupa buku. Tak sampai disitu, ketenarannya pun mampu menggoda para pakar seni untuk diangkatnya ke layar lebar.

Yups, film NKCTHI sungguh berbeda dengan bukunya. Hanya ada beberapa kutipan indah yang menjadi dialog dalam film. Selebihnya, all new.

Berlatar belakang dari surat masa depan yang ditulis oleh sang ibu untuk Awan, anak bungsunya. Lahirlah film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Sebuah film yang mengajarkan tentang arti penting keluarga sebagai support system dan peran serta tanggung jawa masing-masing anggota keluarga sesuai porsinya.

⤿ KEUNIKAN PERAN SETIAP PEMAIN


Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini menggunakan alur maju mundur. Dengan cerita dimasa depan namun berkali-kali menampilkan kisah dari masa lalu. Ada begitu banyak nama pemain yang disebutkan saat pre-release film. Namun berkat casting yang selektif, karakter yang dibawa masing-masing pemain dalam setiap tahap terlihat begitu sempurna dan kuat. Tidak terlihat perubahan kentara yang seolah menimbulkan persepsi bahwa pemain saat kecil, remaja hingga dewasa adalah orang berbeda.

Seperti tokoh Angkasa yang diperankan oleh M. Adhiyat, Sinyo Riza hingga Rio Dewanto. Semua peran menggambarkan karakter sama. Sebuah tanggung jawab sebagai anak pertama terhadap adik-adiknya. Dimana kebanyakan anak pertama lah yang membantu tugas orangtua dalam urusan rumah tangga.
Review Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Image by Visinema Pictures
Ah, mungkin benar dengan istilah, "Anak pertama bahunya harus sekokoh langit dan selapang bumi." Sebab tanpa tersurat, anak pertama memilki tugas dan kepercayaan yang diemban dari orangtua.

Lain halnya dengan anak kedua. yang mungkin bisa agak santai. Namun siapa yang tahu isi hati manusia. Layaknya Aurora yang selalu merasa jauh dan terbuang karena perhatian lebih orangtuanya terhadap sang adik, Awan.

Aurora kecil (diperankan oleh Syaqila Affifah Putri) hingga remaja (diperankan oleh Nayla D. urnama) selalu merasa tersisih akan perhatian sang ayah pada Awan. Padahal, ayah tidak pernah membedakann porsi kasih sayangnya pada Angkasa, Aurora juga Awan. Namun takdir seolah memperumit segalanya. Hingga dewasa (diperankan oleh Sheila Dara Aisha), sosok Aurora menjadi dingin dan tak tersentuh. Sosoknya yang ceria saat kecil sudah pergi jauh dari keluarga. BAurora yang muak dengan keluarga nya pun berniat kabur dari rumah dengan mencari beasiswa di luar negeri.

Sedang Awan, si bungsu yang dilimpahi kasih sayang selalu merasa terkekang. Dia ingin bebas, dia ingin seperti teman-temannya. Bermain, senang-senang hingga pacaran. Namun keposesifan sang ayah memusnahkan impiannya. Walau sedari kecil menggemaskan (diperankan oleh Alleyra Fakhira), Awan dewasa pun (diperankan oleh Rachel Amanda) tetap memesona dengan semangat dan sikap apa adanya. Sayang, cinta pertamanya kandas sebab Kale (diperankan oleh Ardhito Pramono) hanya menganggap Awan sebagai teman biasa. Walau pernah skinship, Kale enggan membawa perasaan dalam hubungan mereka.

Benar, kan? semua karakter mewakili perannya masing-masing. Sebagai anak pertama yang dibebani tanggung jawab tak tersirat, Angkasa mampu membawa pesan pada semua orang, bahwa inilah anak pertama. Bangga karena menjadi kepercayaan orangtua, juga berat karena harus bisa amanah akan tanggung jawab yang diterima nya. Apalagi menyangkut adik-adik yang dia sayangi segenap jiwa.
Dan sebagai anak kedua, Aurora mampu mewakili semua perasaan anak tengah bahwa mereka juga butuh perhatian dan kasih sayang yang sama dengan saudara-saudara.

Sedang si bungsu, Awan. Sukses menjadi anak emas yang suka membangkang. Dilimpahi kasih sayang tapi sering merasa dikekang. Yups, that's true. Itulah keluarga Narendra.

Lalu bagaimana dengan karakter ayah dan ibu triple A?
Review Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Image by Visinema Pictures
Si Ayah yang diperankan oleh Oka Antara saat muda dan Donny Damara ketika tua sukses membawa pesona seorang ayah yang tegas, cinta keluarga namun egois. Meskipun mengalami perubahan pemain, karakter tokoh yang diperankan keduanya tetap epic dan natural.

Lantas sosok ibu yang diperankan oleh Niken Anjani saat muda dan Susan Bachtiar ketika tua sungguh keren. Kalem dan berwibawa. Persis seperti sosok ibu penyabar dan baik hati dalam dongeng-dongeng sebelum tidur.

⤿PENUH QUOTE YANG BIKIN BAPER


Biasanya, setiap selesai menonton film atau membaca buku maupun novel, ada beberapa kutipan yang menarik dan dijadikan semangat untuk intropeksi diri. Begitu juga yang aku alami setelah menonton film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Ada beberapa NKCTHI quote menarik yang bikin baper... hehe...berikut quote NKCTHI yang berhasil ditangkap oleh indera pendengaranku.

Review Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Image by Visinema Picture
  • "Jadi nomor satu itu nggak cukup. Harus jadi yang terbaik." - Coach renang Aurora
  • "Sedih kadang membawa kita ke tempat yang lebih tinggi." - Kale
  • "Sabar, satu persatu." - Kale
  • "Pada akhirnya, hanya kamu sendiri yang akan menolong dirimu." - Awan
  • "Aku sadar, hidup kamu isinya bukan cuma aku doang." - Lika (pacar Angkasa)
  • "Bumi itu nggak cuma berputar buat ayah." - Aurora

⤿ KESIMPULAN


Sepanjang film diputar, moral value yang aku dapat adalah bahwa tidak ada keluarga yang baik-baik saja, pun meski tampak bahagia dan kompak sekalipun.

Selain itu, konflik dalam film NKCTHI mengajarkan satu hal penting dalam sebuah hubungan -apapun itu- bahwa komunikasi adalah yang terbaik untuk mencapai keselarasan dalam hidup.

Uh, terlepas dari relationship yang hanya sekejap namun mendalam bagi Awan terhadap Kale, keluarga adalah tempat sebaik-baiknya pulang. Bukan begitu?
Satu lagi, suami dan istri itu saling melengkapi, tidak menyalahkan satu sama lain, saling bekerja sama menghalau badai yang datang agar pelayaran selamat sampai tujuan 👫

So, i gave 5 full stars for this movie
🌟🌟🌟🌟🌟

And also dont forget to read the NKCTHI book review below 👇

Review Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Jadi, kalian tim #AnakPertama, #AnakKedua atau #AnakBungsu ?? Kalau aku, sih jelas... tim anak pertama dalam dunia nyata, walau terkadang merasa lebih mirip Aurora sebagai anak kedua yang tak terlihat. Namun aku juga pernah menjadi seperti awan yang bertanya pada Kale, lho. 
"Sebenarnya kita ini apa?" wkwk.... 😂

Udah, ah. Sampai jumpa pada review film terbaru 2020 lainnya ya. Bye 💙

Review Film NKCTHI: Tidak Ada Keluarga yang Baik-baik Saja Review Film NKCTHI: Tidak Ada Keluarga yang Baik-baik Saja Reviewed by Heizyi on January 27, 2020 Rating: 5

23 comments:

  1. sama kak, tim anak pertama ehee. aku tau NKCTHI juga dari kutipan-kutipan indah tentang kehidupan dari IG dulu. Belum beli bukunya eh dah di buat film aja wkwk. Tapi filmnya juga bagus si. asli bikin mewek, tapi gengsi yak mau nangis ditempat wkwk. di tunggu ya kak review film berikutnya, semangat

    ReplyDelete
  2. film ini bagus banget, asli. Jujur aja bikin banjir air mata. Banyak penonton yang sesenggukan gegara film ini.

    ReplyDelete
  3. Sangat setuju bahwa keluarga adalah tempat kembali pulang dan menumpahkan semua kegagalan untuk kembali bangkit dengan komunikasi yang efektif. Kunci kedua adalah komunikasi yang terus dibangun agar dapat mengokohkan perjalanan panjang mengarungi samudera kehidupan. Wah film yang keren

    ReplyDelete
  4. Recomended ya ini buat jadi tontonan sekeluarga...
    Memang tdk ada keluarga yg sempurna

    ReplyDelete
  5. Penasaran... Baru tau kalo ada bukunya juga mba. Biasanya aku males nonton film yg based on novel Krn pasti jrg ada yg sama olek. Tp kalo memang beda jauh, mendingan aku nonton filmnya dulu biar ga terlalu kebayang isi novelnya :D. Msh ada ga ya di bioskop. Berharap ini msk k Iflix juga ntr kalo memang udh ga diputar

    ReplyDelete
  6. Aku galfok sana nama Awan, eh itu kayak nama krucils ku hehehe. Jadi kepo pingin lihat juga. Tapi bioskop jauh. 2 jaman, hehehe. Memangn setiap keluarga ada kisah dan hal menarik yang tak semua sama mengalaminya.

    ReplyDelete
  7. "Sebenarnya kita ini apa, sih?" hihihiii... Aku juga pernah menanyakan ini. Sesuatu yg butuh kejelasan.
    Aku tim #AnakBungsu yg berasa seperti #AnakSulung. Penuh tanggung jawab :)
    Jadi kepo liat filmnya.

    ReplyDelete
  8. padahal tentang kehidupan seperti pada umumnya ada di masyarakat. tapi kalau dikemas dengan bagus ya jadinya film bagus ya

    ReplyDelete
  9. Beberapa hari lalu, di timeline sosmed saya banyak temen yang bahas film NKCHTI ini, penasaran jadinya ingin nonton juga deh.

    ReplyDelete
  10. aku nonton film ini sampai dua kali dan emang vibesnya kerasa banget apalagi aku relate sama salah satu tokohnya haha. tp aselik dah ini di balik proses kreatifnya juga keren banget

    ReplyDelete
  11. Sebenarnya kalau dari sudut pandangku, keluarganya A ini baik-baik saja. Aku pas nonton dengan mama sibuk membahas kemungkinan konflik yang bakal muncul. Eh ternyata cuma karena menyembunyikan kematian kembaran Awan. Aaaa gitu doang? XD penonton kecewa. Tapi sepanjang film lumayan puas sih sama sinematografi, pemilihan cast dan lagunya. Keren lah.

    ReplyDelete
  12. Luar biasa sampai dikasih 5 bintang. Sejujurnya saya belum nonton ini karena belum ada kesempatan. Baca beberapa review benar benar menggoda sekali untuk nonton NKCTHI.

    ReplyDelete
  13. Selain cerita, dan para pemain utamanya yang keren-keren. Ardhito Pramono menurutku scene stealer sih. Tiap scene dia jadi semangat gitu nontonnya hehehe.

    ReplyDelete
  14. Kemarin aku juga nonton film yang satu ini, film yang sangat bagus dengan alur cerita yang membuat kita seperti masuk kedalamnya. Pokoknya film keluarga terbaik yang pernah aku tonton.

    ReplyDelete
  15. Hoaaa, gak salah ya film ini jadi film favorit banyak orang di Januari ini. Hmm, kayaknya cuma saya doang nih yg belum nonton hikss.

    Jadi anak pertama, kedua ataupun bungsu itu memang punya porsi masing² ya, punya perasaan yg berbeda yg cuma kita sendiri yg tahu. Yg jelasnya keluarga adalah tempat yg ternyaman tuk kembali.

    ReplyDelete
  16. Wahh memang ngena bangett deh ya film ini, bintang maksimal deh, banyak yg bisa diambil dari sini

    ReplyDelete
  17. Duh jadi ingin nonton juga nih, banyak yang review bagus ini filmnya. relate banget sama hidup.

    ReplyDelete
  18. duh awan itu aku banget :') pengen nonton lagiiii

    ReplyDelete
  19. Aku belum nonton filmnya ini sih, tetapi aku suka banget judulnya tidak ada keluarga yang sempurna. beberapa teman yang nonton film ini memang bilang belum ini patut ditonton karena layak dan bagus keren abis ceritanya

    ReplyDelete
  20. Aku tim anak bungsu yang pernah berada di posisi anak kedua. Eh. Rame banget film ini tuh, rame dengan hujanan airmata dari awal sampai akhir. Suka!

    ReplyDelete
  21. Mau di film atau kehidupan nyata komunikasi memang kunci utama setiap hubungan ya mbak..sip deh

    ReplyDelete
  22. Benar. Setiap keluarga punya cerita dan ujiannya masing2 ya mbak. Btw saya belum pernah baca buku NKCTHI ini, nonton filmnya apalagi, dari ulasannya seperti menarik nih apalagi tema yang diangkat tentang keluarga jadi penasaran pengen baca dan nonton sendiri.

    ReplyDelete
  23. Bukunya sih aku suka banget karena banyak quote yang kena dengan kehidupan sehari-hari juga. Tapi untuk nonton filmnya belum, takut rusak imajinasi di dalam kepalaku... hahaha. Karena sering kan ekspektasi kita beda antara feel saat membaca buku dengan feel nonton filmnya. Cuma setuju sih, tiap keluarga pastilah punya cerita sendiri-sendiri, dan di setiap cerita selalu ada hikmah yang bisa dijadikan pelajaran

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak menyertakan link hidup, kegiatan promosi maupun spam. Hit me up on : heizyi.business@gmail.com for partnership, ask something important and urgent 😊 Then, Salam kenal semua, jangan segan meninggalkan jejak komentar ya. Enjoy your reading, guys 💙

Powered by Blogger.