Quarter Life Crisis Journal #1 - Menikah dengan Siapa?


Quarter Life Crisis Journal

"Rahasiakan pinanganmu, umumkan pernikahanmu."

- HR. Tarmidzi -


Quarter Life Crisis Journal #1 - Menikah dengan Siapa? - 2020 sudah menyapa, namun semua mimpi belum jadi nyata. Harapan dan doa yang masih setia terbang setiap malam jadi bukti, bahwa hidup tidak boleh berhenti.

Mungkin belum saat ini...
Mungkin belum hari ini...
Mungkin besok sudah terjadi...
Mungkin Tuhan sedang menyiapkan yang lebih baik lagi...

Sebulan lagi, usiaku genap 29 tahun. Sangat matang (katanya). Sangat pas juga untuk membina rumah tangga. Sudah sangat kenyang pula dengan berbagai nyinyiran dan pertanyaan "kapan?"

Baca Juga: Jangan Tanya Kapan? Doakan Saja!


Rencananya sih, dulu.... Ingin menikah direntang usia 25 - 27 tahun. Tapi apa daya. Keasyikan menjomlo sampai lupa bahwa usia nyaris kepala tigaπŸ˜…

But it's okay. Life must go on.

Ketunda nikah bukan berarti harus gagal semua hal kan?

Walau usia segini tuh rentan-rentan nya quarter life crisis. Merasa diri nggak berguna, merasa insecure sama diri sendiri, merasa hidup gini-gini aja, merasa iri sama teman yang udah bahagia, merasa ini dan itu. Ah, pokoknya semua serba nggak enak.

Akn tetapi, bagaimana pun fase kehidupan ialah sebuah proses yang panjang. Nggak instant layaknya bikin video tik-tok-an.

Eh, ngomong-ngomong, apa sih quarter life crisis itu?


Quarter Life Crisis Journal
Menurut Wikipedia, quarter life crisis artinya krisis seperempat kehidupan yang dialami seseorang ketika menginjak usia antara dua puluh hingga pertengahan tiga puluhan.

Quarter life crisis biasanya ditandai dengan munculnya anxiety terhadap arah dan kualitas hidup. Maka tak jarang jika quarter life crisis journal mudah sekali dipicu permasalahan financial, relasi, karir, jodoh, masa depan dan keluarga.

Namun demikian, puncak quarter life crisis kebanyakan sangat terasa ketika memasuki usia 25+, lho. Nggak percaya? Coba deh tengok kembali kadar emosi mu akhir-akhir ini. Apakah masih slow ketika jodoh tak kunjung datang, apakah masih santai aja ketika ditanya, "Kapan Nikah?"

Oke, jika kamu merasakan hal yang sama, berarti kita senasib seperjuangan πŸ’©

Tapiii... tahun ini, insya Allah aku siap jika ada yang serius. Mulai berani merencanakan masa depan dengan pernikahan. Pokoknya, goals di tahun 2020 adalah menikah. Melengkapi separuh agama supaya ibadah lebih sempurna πŸ˜‡

Walau masih belum tahu siapa dan bagaimana rupa si pemilik tulang rusuk, semoga saja kriteria pasangan seperti dibawah ini, diijabah oleh Nya. Amin.

Nggak muluk, kok. Aku cuma ingin pria yang sabar, penyayang dan tentu nggak cemburu-an... (Uh, itu sih bukan muluk lagi, melainkan banyak maunya 😜)

Well, berikut kriteria calon suami idaman pilihanku:


  • SABAR


Akutuh orangnya cerewet dan emosian. Jadi bener-bener butuh sosok yang bisa mengayomi dan membimbing supaya lebih bisa mengendalikan diri dan kontrol emosi. Biar nggak meledak-ledak terus. Ya kan capek juga ngomel sepanjang hari

  • PENYAYANG


Aku adalah anak pertama dari enam bersaudara kandung dan satu saudara tiri. Dari ke-6 saudara itu, dua diantaranya sudah menikah. Satu masih job seeker dan tiga lainnya masing-masing masih kelas satu SMP, kelas empat SDLB dan kelas 2 SD.

Si Nia, adikku yang istimewa. Adalah yang paling dekat denganku. Si special needs children rasa daughter. ini adalah travelmat ku. Kemana aja ikut, sengaja memang. Supaya perkembangan interaksinya lebih luas dan nggak melulu kontak dengan orang rumah. Jadi kalo misal nanti menikah, aku berharapnya, si mas calon suami benar-benar adalah seorang yang mampu menjadi imam sekaligus kakak untuk adik-adikku πŸ˜‡ Amin ya Allah

  • NGGAK CEMBURUAN


Nah, ini yang paling penting menurutku. Sebagai anak pertama yang selayaknya pendamping orangtua bagi adik-adiknya, aku pun berharap mendapat calon suami yang nggak cemburuan terutama ketika aku sibuk dengan adik-adikku.

Dalam islam, cemburu itu memang diperbolehkan. Bagus malah. Namun jika cemburunya tidak sesuai waktu dan tempat (emang cemburu bisa di setting ya πŸ˜…) kan nggak keren. Bisa runyam malah.

Baca Juga: Life is Joke


Nah, dalam Islam, ada dua jenis cemburu, yaitu ad-dayyuts dan al-ghayyur.

Ad-dayyuts adalah orang yang tidak sama sekali memiliki rasa cemburu
Al-ghayyur adalah orang yang rasa cemburunya besar. Dan Allah menyukai jenis cemburu seperti ini asal mengetahui batasannya.

Lagi pula, aku pun juga akan belajar menjadi istri yang baik. Yang mematuhi perintah suaminya, yang berbakti pada suami, beradap pada suami. Aku kan juga mau dapat surga.

Selain kriteria calon suami idaman diatas, ada beberapa hal yang perlu dibicarakan sebelum memutuskan untuk menikah. Sebab kalau bisa, menikah itu sekali seumur hidup. Ibarat pementasan, briefing nya harus jelas dan terbuka. Supaya peran dan manfaat yang didapat sempurna. Tapi ya tetap, harus punya calon dulu. Memang mau menikah dengan siapa? Masa iya sama pak penghulu ✌️

Quarter Life Crisis Journal

Berikut 6 pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum pernikahan:


1|  PERAN AGAMA DAN PENDEKATANNYA DALAM KELUARGA


Salah satu koenjti kesuksesan sebuah pernikahan adalah agama. Mengatasi perbedaan dan perselisihan bisa diselesaikan jika masing-masing memiliki pemahaman terhadap agama yang yang dyakini dengan baik. Perilaku beradap pun kebanyakan didapat oleh orang yang berilmu dan paham agama.

2| PEMBAGIAN JELAS ANTARA TUGAS SUAMI DAN ISTERI


Nah, ini juga sangat penting untuk menghindari perselisihan besar ynag akan datang dimasa depan lho.

Sebelum melanjutkan keputusan setelah berkata, "Yes, I do," sebaiknya diskusikan dulu  tugas suami ketika sedang berada di rumah, apa saja yang harus dilkerjakan isteri, siapa yang harus mencari nafkah, bagaimana menyelesaikan masalah atau apa saja yang bisa dikerjakan bersama.

3| POLA ASUH ANAK


Kebanyakan naluri seorang ayah dan ibu itu tumbuh setelah kelahiran si sulung atau ketka si isteri hamil anak pertama. Namun tidak ada salahnya jika pola asuh anak direncanakan sejak dini 'kan?

  • Ingin jadi seperti apa anak kita nanti
  • Bagaimana supaya waktu istirahat dan berkegiatan anak seimbang
  • Bagaimana menjadi orangtua yang sabar
  • Bagaimana supaya anak terbuka pada orangtua
  • Bagaimana mendisiplinkan anak yang cenderung bebal
  • Berbagai pola asuh lainnya yang disepakati bersama

4| TERBUKA PERIHAL KEKURANGAN DIRI


Menyadari bahwa diri tidak sempurna merupakan hal sepele yang nyatanya berdampak positif bagi kehidupan berpasangan.

Saling mengingatkan dan mawas diri adalah yang termudah demi kelanggengan hidup berumah tangga di kemudian hari.

5| CARA MENGELOLA KEUANGAN RUMAH TANGGA


Masalah keuangan biasanya menjadi pemicu utama pertengkaran dalam kehidupan pernikahan. Untuk itu, buka ruang diskusi terbuka supaya pengelolaan uang rumah tangga berjalan lancar dan terhindar dari defisit.

6| ANDIL KELUARGA BESAR


Biasanya,nih, urusan domestik rumah tangga yang kerap dicampuri keluarga besar akan jauh dari kata harmonis.

Akan ada jenis-jenis benturan yang sulit dihindari. Demi kesukseskan tujuan pernikahan itu sendiri, sebaiknya beri batas yang tegas akan andil keluarga besar. Tujuannya supaya kehidupan pernikahan berjalan langgeng dan suami beserta istri bisa belajar mandiri.

***

Quarter Life Crisis Journal

Menikah itu bukan cuma perkara happy ending. Ada banyak sekali pertimbangan yang harus dipikir matang sebelum menerima pinangan. Walau kondisi sudah didesak oleh pertanyakan "KAPAN," jangan gegabah. Hidup itu pilihan. Perlu direncanakan dengan terprogram.

Baca Juga: Stage of Life

Jika memilih menikah karena takut mendapat nyinyiran, ya sudah. Mungkin hidupmu tidak akan bahagia karena mememutuskannya dalam keadaan terpaksa atau karena takut ditolak umum. Berbeda jika kamu memutuskan menikah benar-benar karena ingin melengka[i separuh agama.

Maka dari itu, jangan menyerah meski sering kali merasa patah, kecewa, khawatir atau takut dalam perjalanan mencari jodoh. Tetaplah berhusnudzon pada Nya. Jodoh kita itu sudah diatur bahkan sebelum kita lahir di dunia. Jadi nggak mungkin kalau jodoh kita sampai salah tulang rusuk, kejebak alamat palsu, ditikung teman di perempatan. Apalagi sampai merubah haluan layar kapal. 

Kecuali, si pemiliki tulang rusuk kita itu masih jagain jodoh orang. Makanya sampainya lama wkwk 🀭

So, selamat menyambut bahagia untuk aku, kamu dan kalian semua yang sedang dalam perjalanan mulia mencari pasangan halal. Sampai jumpa dalam drama quarter life crisis journal part dua, ya. Stay tuned 🌷

Quarter Life Crisis Journal #1 - Menikah dengan Siapa? Quarter Life Crisis Journal #1 - Menikah dengan Siapa? Reviewed by Heizyi on February 06, 2020 Rating: 5

40 comments:

  1. Tetap semangat Mbak. Segalanya akan indah pada waktunya.
    Saya menikah usia 33
    Saya tidak pacaran. Pulang dari Taiwan kenal beberapa bulan langsung menikah. Alhamdulillah bisa dibilang jodoh terbaik. Meski dalam rumah tangga masalah itu pasti ada. Kembali ke diri kita saja untuk solusinya ya

    ReplyDelete
  2. Aku dulu juga punya cita-cita menikah di usia 23-25, eh tapi apa daya jodohnya datang disaat aku berusia 26 tahun. Semoga kamu dipertemukan dengan jodohmu ya mbak, semangat terus.

    ReplyDelete
  3. Mashaa Allah suka banget nih aku sama tulisan kayak gini kak. Thank you ya udah sharing, ini bisa jadi remainder buat aku juga dan maybe temen2 yang bakalan menjajaki hidup difase2 ini. Semoga siapapun itu dan dalam proses yg manapun selalu dalam keberkahan dan kebahagiaan lahir bathin aamiin.

    ReplyDelete
  4. Kapan nikah adalah pertanyaan yang memang harus dikebalkan, dan biasanya makin muncul saat jelang lebaran πŸ˜‚

    ReplyDelete
  5. Subhanallah semangat terus ya ka hhi emang sii pertanyaan simpel 'kapan nikah?' itu sering terjadi bahkan diumurku yg baru 21tahun ini. Semangat untuk mencari pasangan halal untuk kita semua❤️

    ReplyDelete

  6. Memang jodoh rahasia Allah tapi kita diperintahkan untum berikhtiar terus menerus menemukannya. Btw aku suka sekali sama tulisannya. Sangat bermanfaat sekali mbak. Mudah-mudah juga bisa diterapkan oleh yang baca

    ReplyDelete
  7. wahh. ada kriterianya juga mb. heheh semoga segera diketemukan dengan imam yang baik ya mb aamiin.
    mungkin allah lagi menyiapkan yang terbaik untuk mb nya . semangat mb

    ReplyDelete
  8. semoga terwijud, amin, makanya aku jarang nanya sama orang, kapan nikah, sudah punay anak/cucu belum, anaknya kerja dimana

    ReplyDelete
  9. Jika mbak menganggap belum menikah adalah kondisi "belum sukses", lalu apa kabar perempuan yg resign setelah menikah trus di rumah kecewa? Lantaran tidak mendapatkan reward yg pantas? Banyak lho yg memutuskan berhenti kerja ternyata sekedar untuk minta handphone saja harus mengemis, atau hanya terlihat makan enak di luar rumah terasa bukan menikmati rezeki halal. Karena keluarga suami misalnya nyinyir dan sukanya lihat istri itu hanya masak saja di rumah.

    Banyak juga yg sudah umur 35 justru tidak punya prestasi lantaran terjebak dalam rutinitas rumah tangga. Dapur sumur kasur. Jika mendapat penghargaan yang pantas sih tidak apa-apa. Tapi kalau hanya membuat mental tidak sehat?

    Atau berniat menyempurnakan agama, lalu menjadi Istri solihah dengan total mengurus suami dan anak-anak. Ternyata ketika sukses, suami minta izin untuk poligami, dengan alasan agama juga membolehkan. Sementara istri tidak bisa mandiri karena lama tidak terlatih. Terlalu percaya kepada suami (dengan dalih agama).

    Panjang ya komennya mba... kalau soal rumah tanggaah.. maapkeun saya. Hehe

    Intinya sih, lebih baik menunggu yg terbaik daripada buru-buru tapi menjerumuskan kita sebagai perempuan.
    Semangat Mbaksay!

    ReplyDelete
  10. Semangat ya Kak.

    Aku pun beberapa tahun ke belakang pun terjebak quarter life crysis sekitar usia 25.

    Bukan hanya menikah sih dulu yang kupikirkan. Pun bukan kriteria jodoh yang tersirat terus. Melainkan, apa kelak aku bisa jadi ibu yang baik kalau sudah waktunya?

    Semangat menemukan calon pendamping sedunia sesurga ya Kak. Semangat. Semua akan ada jalan dan hikmahnya.

    ReplyDelete
  11. Semangat Kaka... Semoga dimudahkan dan mendapat sesuai yang diinginkan. Amin

    ReplyDelete
  12. Ah, mbak.. Kita sama, masih menunggu jodoh. InsyaAllah yang terbaik akan segera datang. Benar mbak, sebelum menikah kita memang harus membahas hal-hal yang menjadi concern, agar bisa menentukan cocok atau tidaknya. kalau soal kelemahan masing-masing bisa makin terbuka penerimaannya seiring berjalannya waktu. Soalnya nanti di keluarga, ada aja kekurangan yang terlihat stu per satu. Intinya, tetap berbaik sangka kepada Allah.

    ReplyDelete
  13. Tetap semangat Mba, jangan menyerah. Tuhan sudah sediain jodoh di suatu tempat, tapi waktunya belum diizinkan.

    Ada teman saya, cewek yang malah baru menikah di usia 36 tahun. Tetap berusaha dan berdoa di sepertiga malam

    ReplyDelete
  14. semangat terus ya Mbak, semoga setelah ini segera menemukan atau ditemukan oleh si Pemilik tulang rusuk. Yakalii, bisa aja doong nikah dengan Pak Penghulu yang masih jomblo juga kan ;)

    ReplyDelete
  15. I feel you. Gak banyak kata karena apa yang kamu rasa, aku juga rasakan. Yang pasti, aku gak mau nikah hanya karena orang yang minta atau dianggap kurang. Menikahlah karena kita memang siap berumah tangga

    ReplyDelete
  16. Pada saat pertama menikah memang rasanya kayak serba mudah. Ternyata gak. Permasalahan yang paling banyak timbul itu karena perbedaan pendapat. Beruntung kami tidak tinggal dengan orang tua, jadi kami bisa menyelesaikan masalah sendiri. Pembagian kerja pada saat menikah juga tidak ada, semua mengalir saja sih.
    Kapan waktu menikah memang ada waktu yang tepat, kita juga tidak bisa mengira-ngira.

    ReplyDelete
  17. Pembaca sekalian, tentang krisis usia 25 tahun, ngga perlu ada yg dikhawatirkan ada pertanyaan nanti akan menikah sama siapa. Toh masih banyak yang bisa dikhawatirkan kayak ntr rumahnya dimana, kapan punya anak .. kapan anak dikasih adek. :D

    *satire ya itu ya mba komenku.

    ReplyDelete
  18. Nanti pada waktu yang tepat insyaallah akan dipertemukan dengan jodoh terbaik menurut Allah. Tak perlu galau memikirkan ucapan orang. Aku dulu malah lebih cepat menikah padahal ga berani berencana sebab merasa nobody. Kalau boleh ditambahkan, cari calon yang baik hati dan suka berbagi biar hidup makin lempeng dan hikmat. Tenang menjalani kondisi apa saja.

    ReplyDelete
  19. Masalah menikah buat perempuan tetutama,emang sering kali jd problem yang cukup membuat galau ya mba. Nikah cepet diomong. Eh gak nikah nikah tambah diomong. Menurut aku sih yawdah turutin kata hati dan berdoa Aja dapet jodoh terbaik. That's it. Semoga mba segera terjawab doanya yaaa.. good luck and tetep semangat

    ReplyDelete
  20. Dulu aku umur 25 juga udah was-was gitu hihihi, paling sebel ketemu keluarga ditanya kapan nikah. Alhamdulillah sebelun 27 udah nikah. Aku ikut doakan supaya segera bertemu jodohnya & langgeng selalu ya. Insya Allah akan indah pada waktunya :)

    ReplyDelete
  21. Baca ini aku jadi nostalgia masa2 ditanya kapan nikah. Yg paling sering ngingetin bapakku sendiri :p. Aku juga dulu pengennya nikah di usia 25-27 gitu, tapi ternyata jodohnya baru Dateng pas umur 30, hehe... Yah, semua udah ada waktunya.

    Semoga segera bertemu jodoh yg baik ya Mbak...

    ReplyDelete
  22. saya sendiri menikah diusia yang tidak muda, karena memang menunggu kematangan psikologis. Apalagi tujuan menikah orang berbeda beda, tak melulu hanya mengharapkan keturunan saja. semoga semua menemukan jodoh terbaik, indah pada waktunya

    ReplyDelete
  23. Saya sempat mengalami hal seperti ini. 10 tahun yang lalu, usia 25 belum bawa calon itu udah jadi pertanyaan banget. Apalagi sejak muda saya nggak kelihatan punya gandengan. AKhirnya sempat merasa insecure, tapi njilalh saya ketemu teman-teman pecinta alam yang membuat saya mampu mengubah insecure menjadi syukur, ciyehh, film banget nih. Akhirnya menjelang 26 ketemu jodoh. Pas bener-bener gak kepikiran, justru Allah kirimkan. ya begitulah. Jodoh memang misteri. Yang penting terus perbaiki diri. Semakin oke kualitas kita, insyaAllah jodohnya pun begitu. hadeh, panjang bener nih komen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kak.

      jodoh, kematian dan rezeki itu kan misteri. gak ada yang tahu, kapan, dimana dan bagaimana datangnya

      Delete
  24. Wew.... Udah to the point dan terang benderang nulis kriteria suami idaman. Semoga segera Allah pertemukan dengan jodoh terbaik ya,Elok ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... aslinya mah ngonten ini mbak. Eh kok malah transparan banget ^^

      Delete
  25. wuah kudune awakdewe collabs blogging iki mbak
    temane cocok banget karo aku, haha

    kabar2 loh mbak nek rabi

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkwk.... dirimu, mbak rohma and all team BJS bakal aku kabari nek wes totok wayae sist :)

      Delete
  26. wihh aku setuju banget kalo menikah jangan karena kecemasan akan kata orang
    dari pengalaman yang udah aku alami nikah itu ga cukup dengan rasa sayang ke pasangan
    perlu banget nih belajar tentang nikah dan kehidupan setelah punya anak. biar ga kaget lo kaya aku hahaa
    btw keren nih ka udh belajar banyak hal sebelum menikah
    semangat, insyaAllah Allah datangkan jodoh disaat yang tepat

    ReplyDelete
  27. Padahal menikah itu tidak semudah dan selalu indah dibayangkan lo
    Meskipun memang yang tampak di depan mata adalah semua yang baik-baik

    ReplyDelete
  28. Semoga disegerakan jodohnya ya Kak. Jadi ingat tahun 2018 adalah puncak2nya saya galau masalah jodoh, pasalnya saya punya target menikah sebelum usia 25 tahun sementara saat itu usia saya sudah lebih dari 24 tahun dan belum ada calon sama sekali. Tapi saya tidak hanya menunggu, saya berusaha untuk jemput jodoh saya yang masih ada di tangan Tuhan dengan doa dan ikhtiar serta tawakal. Alhamdulillaah saya akhirnya bisa menikah sebelum usia menginjak seperempat abad. Jodoh kerapkali datang dengan cara yang tak disangka-sangka Mbak, jadi tetap semangat ya buat jemput jodohnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. huhuhuhuhuhu.... terharu sama perjuangan dan tawakkal nya, kak ^^

      semoga aku juga bisa terus berhusnudhon sama Allah supaya dimudahkan. Amin :)

      Delete
  29. Entah kenapa aku setuju banget sama kriteria yang gak cemburuan itu. Sebab dulu sempat punya calon suami (udah lamaran) eh orangnya posesif banget, cemburuan terosss. Abis itu aku putuskan gak mau nikah sama dia. Bisa stres deh dicemburuin melulu, apa-apa dicurigain. HP dicek melulu. ((malah curhat))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngomongin soal posesip. hampir semua cowok yang pernah deket sama aku adalah seperti itu.

      *Eh, kok malah curhat >.<

      Delete
  30. Semoga segera dipertemukan jodohnya yah kak ��
    Kriteria nya sama nih, aku jg gak suka cowok yg pencemburuan, krna klu gitu hidup bagaikan dalam sangkar emas

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.... meskipun terbuat dari emas, namanya sangkar juga gak bakal enak ya mbak. Tersiksa!

      Delete
  31. Walau Udah punya jodoh, quarter life crisis juga bisa menghampiri dengan topik lain kok mbak. Seperti misal kapan punya anak, kapan punya rumah sendiri. Ya hidup adalah tentang berusaha menjadi lebih baik tiap harinya tapi usahakan jangan membuat diri insecure. Semangat mbak! Moga lekas bertemu jodoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha... you're mbak. ada aja pertanyaan seputar "kapan," dan mungkin nggak akan ada habisnya.

      Amin, amin ^^
      terima kasih doanya. Semoga kita semua bisa terus bersama bahagia :)

      Delete
  32. Peran agama memang sangat penting.
    Tapi karena aku pernah beberapa kali di php sama cowok yg selalu mengatas namakan agama, akan membimbing tapi ternyata ditengah jalan tiba2 hilang, tapi juga harus punya komitmen untuk belajar bareng sih
    memang bukan agamanya yg salah, tapi individunya

    lalu yang terpenting adalah mempunya camer yang barik dan care. hehehe
    selamat menunggu ya mba
    aku sudah menemukan dua hal di atas. doakan lancar ya dan semoga kabar baik untuk kamu segera datang ya mba aamiin ya Rabb

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak menyertakan link hidup, kegiatan promosi maupun spam. Hit me up on : heizyi.business@gmail.com for partnership, ask something important and urgent 😊 Then, Salam kenal semua, jangan segan meninggalkan jejak komentar ya. Enjoy your reading, guys πŸ’™

Powered by Blogger.