Mencintaimu Ibarat Perjudian


sajak patah hati

Mencintaimu ibarat tenggelam pada perjudian yang tak pernah bisa dimenangkan.

 
Setiap kesempatan, aku anggap peluang. Setiap harap, menjadi doa semoga menang. Tetapi semuanya selalu berakhir sebagai luka yang tak ingin kuakui.
 
Kamu tahu, setiap hari aku berusaha terlalu keras untuk sesuatu yang tak pernah benar-benar memilihku. Kucoba raba hatimu, namun indra ku seolah mati rasa. Dimana setiap percobaan nya membuatku bertemu jalan buntu.
 
Kemudian aku kembali mencoba. Kali ini berusaha lebih tenang sembari bertahan dalam diam. Hingga pada akhirnya aku harus menerima kenyataan yang mungkin sejak awal telah kamu bisikkan, tapi sialnya selalu kusangkal --tidak semua cinta ditakdirkan untuk bisa dimenangkan!
 
Seperti bunga yang layu perlahan, aku tahu nasibku begitu malang. Sebab mencintaimu hanya membuatku terus menunggu, lalu berharap akan sebuah kemustahilan.
 
Akan tetapi, permainan ini begitu candu sampai-sampai aku sulit untuk berhenti. Padahal waktu tidak memberi kesempatan untuk mengulang, tapi aku tetap berjuang dan kembali runtuh dengan cara yang sama.
 
Kini ketika logika mengambil alih, aku memutuskan undur diri dari permainan yang kumulai sendiri. Setiap chapter berisi tenunan namamu pun telah ku kututup rapat. Semoga di permainan selanjutnya, aku lah pemenang yang tidak lagi ketakutan karena keheningan itu.
 
 

No comments:

Halo, terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak menyertakan link hidup, kegiatan promosi maupun spam. Hit me up on : heizyi.business@gmail.com for partnership, ask something important and urgent 😊 Then, Salam kenal semua, jangan segan meninggalkan jejak komentar ya. Enjoy your reading, guys 💙

Powered by Blogger.