(Bukan) Drama Ibu Muda, Hanya Sebuah Cerita Tentang Kakak yang Menyayangi Adiknya


Bukan Drama Ibu Muda

"Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupan nya"

- Al-Baqarah : 286 -


#CelotehRasa - (Bukan) Drama Ibu Muda  - Menjelang weekend, rasanya senang sekali akan segera berceloteh ria di blog. Menumpahkan keluh kesah selama seminggu berlalu, menunggu waktu luang yang asyik, berharap keindahan datang saat akhir pekan tiba. Ah, namun bayangan tak selalu seindah kenyataan. Weekend kali ini terpaksa aku habiskan dengan memulihkan badan yang berontak karena waktu istirahat berkurang 😢

Dua minggu lalu, aku merasakan energi yang luar biasa. Bertekad memeriksakan Nia sampai sembuh sebelum semuanya terlambat. Berangkat pagi-pagi sekali ke rumah sakit umum terdekat, mengambil nomor antrean, menunggu panggilan dengan sabar-- tentu dengan bekal air mineral, mainan favorit Nia, susuk kotak  plus video offline di youtube.

Walau harus naik turun tangga rumah sakit yang lumayan tinggi dengan menggendong Nia, gak masalah-- pikirku. Yang penting doi gak cranky dan nurut aja di ajak ngalor-ngidul.

Alhamdulillah, rangkaian pemeriksaan Nia; mulai dari tes mantoux pada anak, tes laboratoium, foto rontgen dada serta tes urine lengkap berjalan lancar, hari Senin yang melelahkan itu pun terlewati dengan sedikit perasaan lega. Sebab hasil yang akan menjawab kondisi Nia baru akan dirilis dua hari setelahnya, yaitu pada  hari Kamis.

Meski antrean sempat mengular (karena bersamaan dengan peserta CPNS yang melakukan tes darah lengkap) ketika Nia rontgen thorax dan tes hematologi rutin, namun itu tidak menyurutkan niat ku untuk mengetahui penyakit yang sedang di derita Nia.

Hingga ketika hari Kamis tiba; hari dimana aku harus mengambil hasil lab dan rontgen Nia di ruang radiologi dan pantologi. Semangat yang tadinya membara mendadak redup dilahap mentari. Tanganku seketika gemetar dan dadaku sesak.

Aku tahu, Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuan umat Nya. Namun satu pukulan kecil menghantam hati ku. Adik yang lahir dengan ketidakberuntungan nya, kini kembali di uji dengan penyakit yang pasti akan membuat dia kembali di hindari oleh orang lain.

Ya Allah, Niaku... kenapa bisa, kamu sakit TBC, sih, dek? Kamu ketularan siapa..?

Astagfirullahaladzim.... Astagfirullahaladzim... Astagfirullahaladzim...

Ketika dokter menyampaikan hasil analisanya, aku bingung harus menanggapi bagaimana. Penyakit yang jarang aku dengar sebelumnya, tiba-tiba di derita oleh adik kesayanganku.

Mau nangis, tapi malu. Mau nyangkal, tapi ada bukti hasil lab dan rontgen. Ya Allah... aku perlu menenangkan diri sebelum pulang-- batinku.

Baca Juga : Celoteh Rasa - How Stop the Time

Celoteh Rasa Drama Mama Muda
Dan sampailah aku di taman kota, meski cuaca panas karena memang hari menjelang siang, tidak menyurutkan niat ku untuk berdiam diri sejenak. Aku tahu, aku harus menetralkan detak jantung ku terlebih dahulu sebelum melempar bom ini ke ibuk. Beliau juga pasti kaget kalau putri special nya menderita TB. Aku juga harus baik-baik saja ketika menyampaikan berita besar ini. Ya, gak ada salahnya berpura-pura tegar, kan?

Meski respon yang ditunjukkan ibuk biasa saja, aku tahu, beliau pasti sama kalut nya denganku. Namun dengan tenang, beliau bilang, "Gak usah terlalu dipikir, yang penting di obati. Nia pasti sembuh kok. Jangan terlalu kentara dalam merawatnya, supaya dia tidak kembali dihindari!".

Bukan berarti, ibuk berniat menyembunyikan penyakit Nia, namun beliau lebih mengusahakan kesembuhan Nia tanpa menimbulkan kehebohan sekitar. Dan aku setuju!

Namun, kami kembali di uji. Seminggu setelah Nia di vonis positif TB, Firma-- adik bungsuku jatuh sakit. Gejala TB pada anak yang terjadi pada Firma, hampir sama dengan yang di alami Nia selama dua bulan terakhir; panas tinggi, batuk namun tidak berdahak, mual, muntah, pusing, pilek, tidak nafsu makan dan terjadi penurunan berat badan.

Sebelum penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri ini menyebar sampai ke seluruh penghuni rumah, dengan tanggap aku kembali pergi ke rumah sakit umum untuk memeriksakan Firma. Awalnya dokter mengira Firma menderita thypus, namun setelah aku jelaskan bahwa ada kontak dengan penderita TB-- yang tidak lain adalah kakak nya sendiri. Kemudian dokter menyarankan untuk melakukan tes mantoux, foto rontgen juga tes darah lengkap.

Selama hasil tes belum keluar, aku berdoa dalam hati, "Ya Allah, semoga Firma gak ketularan Nia. Bagaimana kalau mereka sakit barengan. Terus nular ke Hani; kembaran Nia. Ya Allah, semoga enggak".

Ketika panas badan Firma tak kunjung turun, Nia kembali mengalami penurunan kesehatan. Badan panas, batuk-batuk (namun kali ini tidak mual), nafsu makan menurun dan lemas. Menurut dokter muda di rumah sakit (tempat Nia dan Frima periksa), mungkin reaksi yang ditimbulkan oleh Nia adalah efek samping dari obat TB. Namun jika keluhan berlanjut, sebaiknya Nia kembali diperiksa oleh dokter. Begitu kira-kira percakapan singkat kami.

Kemudian, Allah menjawab dengan kebingungan para dokter muda dan kegamangan dokter poli anak setelah hasil tes kesehatan Firma keluar.

Katanya, jika sesuai hasil rontgen, Firma memang menderita TB namun masih stadium awal. Ibaratnya masih gejala. Sedangkan tes mantoux dan hasil lab menjelaskan bahwa Firma baik-baik saja. Lantas, aku jadi bingung sendiri. "Jadi, adik ku sakit apa?".

Untuk memperkuat dugaan dokter dan menuntaskan keraguan mereka. Akhirnya Firma diberi obat TB namun dosis rendah. Jika selama pemberian obat tersebut Firma menunjukkan tanda-tanda membaik, berarti Firma memang terinfeksi virus tuberculosis yang menular lewat udara. Jika sebaliknya, maka pengobatan akan dihentikan dan diganti dengan obat yang relevan sesuai penyakit yang diderita oleh anak.

Jujur, aku dan ibuk jadi ketakutan sendiri, kalau-kalau Hani juga tertular penyakit paru ini. Riwayat asma yang pernah Hani derita bisa jadi pemicunya. Aku dan ibuk sedang berusaha mencari pengobatan alternatif atau mengkonsumsi obat tradisional supaya kami tidak tertular. Bukan karena kami egois, namun karena kami sadar, harus ada yang tetap sehat supaya yang sakit bisa sembuh.

Celoteh Rasa Drama Mama Muda
Hani juga sudah kelas 6 SD. Selama beberapa bulan kedepan, hari-harinya akan disibukkan dengan berbagai macam les juga try out. Kalau Hani sakit, "apakah dia bisa belajar dengan maksimal untuk UN?", "kalau nilainya jelek terus dia terlempar dari sekolah tujuan sesuai zonasi, dia bakalan sekolah dimana?". Itulah beberapa kekhawatiran kami.

Virus TB mungkin sudah menyebar di sekitar tempat tinggal atau lingkunganku. Entah karena pancaroba atau memang faktor lainnya. Namun wabah ini ternyata lebih dulu menyerang salah satu guru di sekolah Hani sebelum Nia dinyatakan positif TB. Juga salah satu teman Kiki di Malang, sudah ada yang positif TB.

"Apa memang sedang musim TBC?", pikirku panik

Yah, walau pada akhirnya badanku ikutan drop selama hampir seminggu ini, namun aku tetap optimis, berusaha berpikir positif. Bahwa sakit yang aku alami hanya disebabkan karena kurang istirahat dan kebanyakan pikiran. Meski di sertai batuk dan suhu badan yang nyaris gak turun-turun dari hari Senin sampai Kamis, aku percaya, aku yakin. Aku pasti sembuh!

Dan alhamdulillah, sampai tulisan ini tayang. Aku sudah sembuh. Meski masih lemes 😖

***


Ini memang bukan cerita tentang mama muda beranak satu, bahkan aku belum berkeluarga. Namun  drama ibu rumah tangga seperti; anak susah makan, bangun kesiangan sampai gak sempat nyiapin bekal sekolah, cucian gak kering karena cuaca mendung, marah karena si adek lupa gak ngerjain PR, si krucils yang sakit barengan dan kehebohan lainnya yang bikin darah tinggi tapi terpaksa tetap harus dijalani, sudah jadi makanan ku setiap hari.

Memang, ibuk  tidak serta merta mengalihkan kewajibannya padaku, tapi sebagai anak pertama, aku merasa punya tanggung jawab kepada tiga adik kecil ku ini. Setidaknya, aku bisa mengurangi beban ibuk dengan menggantikan beberapa tugasnya. Hitung-hitung nyari pahala lah 😇

Lantas, apa saja yang aku lakukan supaya Nia (juga Firma) benar-benar bisa sembuh? Selain haru minum obat TB paru selama 6 bulan.

Kini, aku membiasakan berjemur bagi Nia setiap hari Sabtu dan Minggu. Atau hari Minggu saja bagi Firma, minum vitamin teratur, makan sayur, mengkonsumsi madu, no snack, no ice, harus tidur siang (kecuali Sabtu karena malemnya libur gak belajar) dan konsisten minum obat setiap malam.

Jadi, mari kita hidup sehat.. supaya tetap bisa jalan-jalan dan menikmati hari dengan semangat 💪

Juga, semoga Januari ini berakhir dengan manis..

Jangan lupa baca kisahku bersama Nia di : Toilet Training Anak Berkebutuhan Khusus ya..

#zeal

2 comments:

  1. semangat ya dan jangan patah semangat, dan semoga lekas sembuh dari sakitnya dan bisa melanjutkan aktifitas dengan normal kembali. hehehe
    www.okcheori.com

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak menyertakan link hidup, kegiatan promosi maupun spam. Hit me up on : heizyi.business@gmail.com for partnership, ask something important and urgent 😊 Then, Salam kenal semua, jangan segan meninggalkan jejak komentar ya. Enjoy your reading, guys 💙

Powered by Blogger.