Benarkah Pilek Akibat Infeksi dan Pilek Karena Alergi Gejalanya Berbeda?


Perbedaan Pilek dan Alergi Dingin


"Every season can be an allergy season. Depending on what you're allergic to."

- Clara Chung -


Benarkah Pilek Akibat Infeksi dan Pilek Karena Alergi Gejalanya Berbeda? - Pilek merupakan gangguan atau infeksi pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh virus dan alergen. Walau keduanya memiliki gejala yang hampir sama, namun perbedaan pilek dan alergi dingin paling menonjol dapat diketahui dari faktor penyebabnya.

Menurut Wikipedia, terdapat 200 lebih jenis virus penyebab pilek, seperti Human Parainfluenza (HPIV), adenovirus, RSV (Respiratory Syncytial Virus) dan coronavirus. Akan tetapi, rhinovirus adalah penyebab sering pilek paling umum.

Pilek juga termasuk jenis penyakit menular, lho. Sebab penyebarannya melalui udara kemudian masuk lewat hidung dan mulut.

Pada umumnya, seseorang yang terserang pilek akan mengalami demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, bersin, batuk hingga rhinorrhea (keluar ingus atau meler).

Namun, meski pilek dan alergi memiliki gejala yang mirip, keduanya dapat dibedakan setelah mengenal ciri-ciri berikut ini.


PERBEDAAN PILEK KARENA ALERGI DAN INFEKSI


Umumnya pilek karena infeksi disebabkan oleh virus rhinovirus, sedang pilek karena alergi atau yang dikenal dengan rhinitis alergi disebabkan oleh daya tahan tubuh yang bereaksi terhadap alergen (zat pemicu alergi) seperti, debu, asap rokok, bulu hewan, serbuk bunga, aroma parfum dan udara dingin.

Jika hidung terasa mampet ketika bangun di pagi hari, bersin-bersin hanya karena minum es atau mendadak hidung meler ketika cuaca dingin. Bisa jadi, kamu memiliki alergi terhadap hal-hal tersebut. Ya, kemungkinan kamu memang alergi minum es.

Untuk penanganan tepat dan cepat, sebaiknya pahami penyebab pilek alergi serta gejala-gejala yang ditimbulkan.
Perbedaan Pilek dan Alergi Dingin

CIRI-CIRI PILEK ALERGI:


  • Mata, hidung dan tenggorokan terasa gatal
  • Bersin-bersin
  • Batuk pada alergi dingin bisa lebih parah setelah beberapa hari
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit dan atau biduran
  • Mata bengkak serta berair
  • Hidung tersumbat
  • Ingus berwarna bening
  • Susah tidur
  • Merasa sangat lelah (kelelahan)
  • Gejala langsung muncul setelah terpapar alergen
  • Tidak bergantung musim. Namun akan sangat menganggu jika memasuki musim hujan karena pengaruh cuaca dingin
  • Sembuhnya lama

CIRI-CIRI PILEK KARENA INFEKSI:


  • Demam tinggi sekitar 3-4 hari
  • Hidung tersumbat
  • Mengeluarkan ingus
  • Dahak berwarna putih, kuning dan hijau
  • Batuk berlendir namun tidak separah pilek karena alergi dingin
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Tenggorokan sakit
  • Kelelahan tingkat tinggi
  • Mudah mengantuk
  • Gejala baru muncul setelah beberapa hari tubuh terinfeksi virus
  • Musiman, artinya pilek karena virus kebanyakan terjadi ketika musim hujan dan pancaroba
  • Berlangsung sekitar 3 sampai 14 hari

ALERGI DINGIN BISA MENYEBABKAN SINUSITIS


Setelah memahami perbedaan pilek dan alergi dingin, mari kita bahas mengenai isu tentang sinusitis yang terpicu oleh alergi dingin.

Benarkah?

Walau tidak bergantung musim dan bisa terjadi kapan saja, namun gejala pilek karena cuaca dingin lebih sering muncul saat malam hingga pagi hari sebab suhu udara sedang rendah.

Perbedaan Pilek dan Alergi Dingin
Selain pneumonia, alergi dingin juga bisa menyebabkan asma jika tidak ditangani dengan segera.

Dan yang harus kamu tahu, alergi dingin ternyata juga bisa memicu terjadinya sinusitis, lho.

Kok bisa? Bisa dong!

Yups, Sinusitis merupakan radang pada sinus (frontalis, etmoidalis, stenoidalis dan maksilaris) akibat aliran sinus tidak berjalan lancar sehingga menyebabkan infeksi dan bau mulut.

Nah, apabila banyak cairan yang menumpuk di rongga sinus, maka mikroorganisme akan berkembang biak dengan senang hati. Sehingga terjadilah infeksi atau kita kenal dengan sinusitis.

Sekilas, sinusitis memang memiliki gejala mirip dengan alergi dingin. Namun pada sinusitis juga disertai gejala lain seperti hidung tersumbat, pusing, bersin, berkurangnya kemampuan hidung mencium bau dan timbul rasa sakit serta tekanan pada bagian wajah.


PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN


Perkembangan penyakit akibat rhinovirus ini beraneka ragam. Gejala awal bisa hanya berupa sakit badan ringan, kedinginan, bersin-bersin dan sakit kepala. Tetapi, setelah beberapa hari akan disertai gajala lainnya seperti hidung tersumbat dan meler.

Meski gejala akan mereda pada hari ketujuh hingga sepuluh, namun tak jarang pilek karena infeksi akan berlangsung selama tiga minggu.

Untuk itu, mari kita lakukan pencegahan guna terhindar dari virus penyebab pilek ini. Atau jika sudah terserang rhinovirus, mari bersama mencari jalan keluar agar tubuh kembali sehat dan bisa beraktifitas seperti biasa.

Dengan Obat-obatan


Sesuai penyebabnya, pengobatan pilek karena alergi bisa dengan mengkonsumsi obat alergi debu dan hawa dingin seperti antihistamin dan dekongestan.

Antihistamin berfungsi menghambat kerja efek histamin pada tubuh. Salah satu jenis obat anti histamin yang sering dikonsumsi karena tidak menimbulkan kantuk adalah fexofenadine. Obat antihistamin untuk alergi lainnya adalah cyproheptadine dan dexchlorpheniramine. Namun dua jenis obat alergi pilek menahun ini bisa menyebabkan kantuk, lho. Itu sebabnya jangan dikonsumsi ketika akan berkendara, ya!

Ada juga dekongestan, obat pilek alergi dewasa dan anak yang tugasnya mengurangi gejala pilek karena alergi atau dalam bahasa medisnya disebut rhinitis alergi.

Istirahat yang Cukup


Sebenarnya, pengobatan pilek secara alami cukup dengan beristirahat. Pilek karena infeksi biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah tujuh atau sepuluh hari. Namun disarankan banyak minum air putih agar tubuh tidak dehidrasi.

Sedang pengobatan pilek karena alergi bisa dilakukan dengan menghindari zat pemicu alergi seperti debu, serbuk bunga, asap rokok, bulu hewan, bau parfum dan udara dingin.

Perbedaan Pilek dan Alergi Dingin

***


Demikian penjelasan tentang perbedaan pilek dan alergi dingin. Walau, pilek karena infeksi dan pilek karena alergi memiliki gejala yang nyaris sama. Namun penyebabnya dipastikan berbeda.

Setelah memahami hal diatas, semoga kamu makin awas terhadap kesehatan ya. Terlebih virus Corona kini resmi menyapa Indonesia.

So, stay safe and healthy, kawan. Percaya sama Tuhan. Semua sudah dalam takdir masing-masing.

Benarkah Pilek Akibat Infeksi dan Pilek Karena Alergi Gejalanya Berbeda? Benarkah Pilek Akibat Infeksi dan Pilek Karena Alergi Gejalanya Berbeda? Reviewed by Heizyi on March 03, 2020 Rating: 5

4 comments:

  1. Replies
    1. u're welcome, kaka ^^ semoga bermanfaat ya.

      Stay safe :)

      Delete
  2. Untuk di saat seperti ini memang rawan terkena penyakit Flu yaa oleh karena itu memang semua orang perlu tahu gejala-gejalanya dan perbedaan lebih detail begini. Cukup mudah dimengerti, makasih sharingnya!

    ReplyDelete
  3. yeps, dan ternyata gak semua bersin itu pertanda flu kok kak. bisa juga karena alergi kan?

    ReplyDelete

Halo, terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak menyertakan link hidup, kegiatan promosi maupun spam. Hit me up on : heizyi.business@gmail.com for partnership, ask something important and urgent 😊 Then, Salam kenal semua, jangan segan meninggalkan jejak komentar ya. Enjoy your reading, guys 💙

Powered by Blogger.