Tahukah Kamu Kapan Waktu Berjemur yang Bagus Untuk Kesehatan?


Waktu Berjemur yang Bagus


"Sunshine is a welcome thing. It brings a lot of brightness."

- Jimmie Davis -


Tahukah Kamu Kapan Waktu Berjemur yang Bagus Untuk Kesehatan? - Sesuatu yang sederhana namun kini menjadi sangat berharga setelah Corona menyerang dunia. Yups, BERJEMUR! Kegiatan memanaskan badan di bawah sinar matahari ini kian populer dilakukan banyak orang guna menjaga kesehatan serta memelihara daya tahan tubuh ditengah eksistensi Covid-19.

Akan tetapi, dibalik anjuran untuk berjemur, timbul beberapa keraguan oleh khalayak akan waktu yang baik untuk berjemur di bawah sinar matahari. Apakah sebelum atau sesudah pukul 10 pagi?

Untuk menjawab keraguan-raguan tersebut, berikut aku paparkan informasi menurut para ahli dari berbagai sumber ya. Eits, ingat! budayakan membaca sampai selesai. Oke?


🌞 WAKTU IDEAL BERJEMUR MENURUT PARA AHLI 🌞


Waktu Berjemur yang Bagus

Dikutip dari Kumparan.com, dr. Eddy Karta, spKK menjelaskan bahwa ada dua faktor yang harus diperhatikan ketika hendak memilih waktu berjemur matahari yang baik, yaitu ketinggian matahari dan indeks ultra violet atau IUV.

Menurut dr. Eddy, waktu berjemur yang bagus untuk bayi, anak, ibu hamil dan pada umumnya adalah ketika matahari berada pada ketinggian 45 derajat atau sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 pagi.

Matahari mulai berproses membentuk vitamin D ketika berada pada ketinggian 30 derajat atau sekitar pukul 08.00 pagi. Sebelum itu, matahari masih terlindung lapisan ozon sehingga manfaat vitamin D bagi tubuh masih sedikit. Selain itu, jika berjemur sebelum jam delapan pagi, sinar matahari lebih banyak mengandung UVA.

dr. Eddy melanjutkan, bahwa berjemur diatas pukul 10 pagi diperbolehkan. Pada waktu itu juga manfaat sinar matahari  jam 10 pagi masih berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tapiiiii.... efek negatifnya juga banyak. Jadi disarankan, lebih baik berjemur sebelum pukul 10 pagi saja!

Masih dikutip dari Kumparan.com, Dr. Amaranila Lalita Drijono, spKK FINSDV FAAD juga menjelaskan bahwa waktu berjemur yang baik ialah sebelum pukul 10 pagi. Selama 15 menit, dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Mengapa?

Menurut Ketua Kelompok Study Dermatology Laser Indonesia tersebut, letak geografis negara Indonesia berbeda dengan negara lain. Dimana Indonesia terletak di khatulistiwa. Oleh sebab itu, berjemur antara pukul 10 pagi hingga 2 siang sangatlah berbahaya terutama bagi kesehatan kulit karena intensitas UVA dan UVB sedang tinggi-tinggi nya.

Nah, ada juga yang menyebutkan bahwa waktu berjemur yang baik adalah sore hari.

Benar nggak, sih?

Logika nya begini, namanya berjemur kan harus terkena sinar matahari. Alurnya tuh sinar matahari masuk ke dalam tubuh, menembus kulit kemudian automatis memproduksi vitamin D dalam tubuh.

Sedang sore hari, sinar matahari sudah tidak panas lagi. Yang ada malah dibarengi angin sepoi-sepoi. Sekali pun masih ada cahaya matahari, palingan juga bikin silau.


🌞 MANFAAT BERJEMUR BAGI TUBUH 🌞


Waktu Berjemur yang Bagus

Berjemur merupakan salah satu cara alami untuk mendapatkan vitamin D. Ketika sinar matahari menembus kulit, maka secara automatis tubuh akan membentuk vitamin D.

Vitamin D yang didapat dari proses berjemur ternyata mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap melawan infeksi, meningkatkan kadar kalsium dan fosfor serta menjaga fungsi otot dan saraf

Berikut beberapa manfaat berjemur bagi tubuh kita yang harus kamu tahu!

1| Asupan Vitamin D


Selain diperoleh dari jenis-jenis makanan tertentu, vitamin D alami ternyata bisa didapat dari pajanan sinar matahari, lho. Caranya, kamu hanya perlu berjemur dibawah sinar matahari sesuai waktu yang telah dianjurkan.

Menurut sehatQ.com, kandungan vitamin D yang diperoleh dari proses berjemur dapat:
  • merangsang metabolisme kalsium dan fosfor sehingga memperkuat kesehatan tulang
  • meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh terhadap infeksi, TBC, Rheumatoid Arthritis, Diabetes tipe 1, penyakit jantung, kanker, multiple sclerosis, flu serta penyakit autoimun lainnya. 

2| Kesehatan Kulit


Seperti yang sudah aku jelaskan diatas, waktu berjemur sinar matahari pagi disarankan hanya sekitar 15 menit saja untuk yang berkulit putih, dan 20 menit untuk yang berkulit gelap.

Lalu, kapan waktu berjemur yang bagus menuruu WHO?

World Health Organization memaparkan pentingnya pajanan sinar matahari bagi tubuh, termasuk dalam hal menjaga dan merawat kesehatan kulit ditengah pandemi Covid-19.

Menurut WHO, paparan sinar matahari baik untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti eksim, sakit kuning, kulit berjerawat dan psoriaris.

Sekarang jelas, kan bagaimana manfaat sinar matahari hari pagi untuk wajah.

3| Mengurangi Depresi


Seasonal Affective Disorder (SAD) merupakan gangguan suasana hati yang ditandai dengan depresi ringan akibat kurangnya paparan sinar matahari.

Biasanya, seseorang yang mengalami SAD ialah pekerja kantoran yang jarang terkena sinar matahari dan hanya duduk berjam-jam di dalam ruangan.

Atau seseorang yang tinggal di daerah iklim minim cahaya matahari. Dengan kata lain, seseorang tersebut akan mengalami SAD diwaktu yang sama setiap tahun. Tergantung iklim dan musim.

Untuk menangani SAD, para ahli akan menyarankan untuk melakukan terapi cahaya atau berjemur, terapi bicara dan juga dibantu dengan obat-obatan.

4| Meningkatkan Kualitas Tidur 


Pajanan sinar matahari dipercaya dapat meningkatkan kualitas tidur di malam hari, lho.

Benarkan?

Sinar matahari yang masuk melalui mata akan mengirim pesan pada kelenjar pineal untuk memproduksi melatonin,yaitu suatu hormon yang dapat menimbulkan rasa kantuk.

Oleh karena itu, jika kamu sering terkena imsonia, ada baiknya untuk rutin berjemur guna meningkatkan kualitas tidur.

***

Baiquelah, setelah membahas manfaat berjemur di bawah sinar matahari pagi, mari kita lanjutkan pembahasan bagaimana cara aman berjemur agar terhindar dari efek buruk sinar UV.

Bagi orang awam, berjemur mungkin hanyalah kegiatan sederhana untuk menghasilkan keringat. Namun tanpa mereka sadari, selain berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Sinar matahari juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit berbahaya jika tidak dilakukan dengan benar.

Misalnya, kulit kusam, flek hitam, jerawat, kulit gosong dan banyak lagi pengaruh buruk yang timbul akibat paparan UVA dan UVB.

Oleh karena itu, selain harus paham kapan waktu berjemur yang baik jam berapa, kamu juga harus tahu apa saja yang harus dipersiapkan supaya terhindar dari efek radikal bebas.

Waktu Berjemur yang Bagus

Berikut Tips Berjemur Aman dan Nyaman di Bawah Sinar Matahari:

1| Gunakan Tabir Surya


Sesuaikan kandungan SPF (Sun Protect Factor) yang dibutuhkan. SPF 15 untuk 150 menit, SPF 30 untuk 300 menit dan SPF 50 untuk 50 menit.

Perhitungannya begini:

Setiap kulit manusia dianggap mampu bertahan di bawah sinar matahari langsung tanpa perlindungan selama 10 menit. Maka dari itu, jumlah kandungan SPF yang tertera pada kemasan produk tabir surya dikalikan 10 menit.

SPF 15 x 10 menit = bertahan 150 menit
SPF 30 x 10 menit = bertahan 300 menit
SPF 50 x 10 menit = bertahan 500 menit

Paham 'kan?

2| Pilih Sunblock atau Sunscreen sesuai jenis kulit


Apa perbedaan sunblock dan sunscreen?

Seperti diketahui, sunblock merupakan tabir surya yang mampu melindungi kulit dari efek buruk UVA dan UVB. Sedangkan suncreen hanya melindungi permukaan kulit saja.

Saran aku, untuk penderita hiperpigmentasi, hindari produk yang mengandung paraben, alkohol dan parfum ya.

3| Tutup Seluruh Permukaan Kulit


Bisa menggunakan celana dan baju lengan panjang

4| Gunakan Pelindung


Pakai topi dan kacamata hitam jika diperlukan. Seperti berjemur di pantai atau ketika matahari sedang terik. 

5| Berjemur diwaktu yang Tepat


Jika kamu masih dilanda kebingungan akan jam berapa sinar matahari yang bagus untuk berjemur? Coba, deh. Scroll lagi ke atas. Sebelumnya juga sudah dijelaskan oleh para ahli akan kapan waktu terbaik untuk berjemur. Sinar matahari yang sehat jam berapa dan vitamin D matahari sampai jam berapa.

6| Physical Distancing


Anjuran untuk jaga jarak ditengah pandemi Covid-19 juga berlaku ketika berjemur, lho. Sebisa mungkin hindari tempat ramai. Berjemur saja di teras, balkon atau sekitar rumah yang minim orang.


Jika semua saran, manfaat dan waktu berjemur yang bagus sudah dipahami dengan baik, yuk kita terapkan hidup sehat dari sekarang.

Meski belum ada studi yang menjelaskan bahwa berjemur bisa menghindarkan seseorang dari Coronavirus, tapi apa salahnya sedia payung sebelum hujan. Right?

So, tetap di rumah saja dan terus semangat untuk berkarya, kawan... Namaste 🙏

Tahukah Kamu Kapan Waktu Berjemur yang Bagus Untuk Kesehatan? Tahukah Kamu Kapan Waktu Berjemur yang Bagus Untuk Kesehatan? Reviewed by Heizyi on April 16, 2020 Rating: 5

1 comment:

Halo, terima kasih sudah berkunjung. Mohon tidak menyertakan link hidup, kegiatan promosi maupun spam. Hit me up on : heizyi.business@gmail.com for partnership, ask something important and urgent 😊 Then, Salam kenal semua, jangan segan meninggalkan jejak komentar ya. Enjoy your reading, guys 💙

Powered by Blogger.